Friday, November 25, 2005

Bali Conspiracy Theory

Satu wacana yang dipetik dari situs forum Indonesia.
Munkin ada logiknya.


Bali Conspiracy Theory

Quote:
--------------------------------------------------------------------------------
1. Amerika menginginkan Maluku sebagai No Man's Land supaya perjalanan dari pangkalan militer US di Filipina ke pangkalan militer di East Timor tidak perlu melalui perairan Indonesia (Sejak Gus Dur tidak mau pro US, maka amerika menganggap Indonesia ada kemungkinan tidak pro US lagi)

2. Sebagai back up plan, Sulawesi Utara (Poso) dan Papua lebih baik dimerdekakan juga.

3. US tidak berani mengirim pasukan militer ke Maluku untuk invasi,karena selain tidak ada alasan yang tepat, Navy Seal Team 6 yang paling jago di Asia pun masih takut dengan Kopassus dan Kopaska.

4. Mercenary disewa CIA untuk melancarkan psyco-war di Maluku supaya ada pertumpahan darah di sana. Amerika belajar dari sejarah Indonesia yang sangat mudah diadu domba pada jaman penjajahan Belanda. Maka diadulah Islam dan Kristen di sana, padahal orang Indonesia paling dikenal dunia,sebagai masyarakat yang paling toleransi beragama.

5. TNI ternyata berhasil menangani keadaan di Maluku dan beberapa provokator (orang yang sama yang bisa tampil sebagai pendeta pada hari ini, besok menjadi ustad)

6. Dengan ditangkapnya banyak mercenary (tentara bayaran) yang menjadi provokator di Maluku, maka Operation No Man's Land bisa dikatakan terancam gagal.

7. Strategi berikutnya adalah menuding Indonesia sebagai sarang teroris, versi lainnya adalah Indonesia adalah sarang Al-Qaeda (padahal Al-Qaeda sama sekali bukan teroris. Al-Qaeda adalah pasukan khusus yang dibentuk CIA pada perang dingin untuk menghalau kekuatan Soviet supaya tidak masuk ke Afghanistan. Osama dan Al-Qaeda ditelantarkan pada pasca perang dingin, mengakibatkan mereka melawan Amerika)

8. Hamzah Haz berani mengeluarkan pernyataan bahwa tidak ada teroris di Indonesia, karena memang tidak ada komplotan teroris di Indonesia.

9. Kemerdekaan Maluku kian di ambang kegagalan, Amerika memerlukan alasan tepat untuk menurunkan pasukannya di Indonesia.

10. Karena memang tidak ada teroris di Indonesia, maka CIA membayar mercenary untuk melakukan teror di Indonesia dengan bom, salah satunya yang di Bali kemarin (dengan bom C4)

11. Jika banyak teror bom di Indonesia dan pelakunya tak kunjung ditangkap, maka US akan menuding TNI dan POLRI tidak dapat menyelesaikan tugasnya dan butuh pasukan Amerika untuk membantu menumpas teroris di Indonesia.

12. Dengan mendaratnya pasukan Amerika di Indonesia, maka orang-orang Ibu Pertiwi yang menjaga keutuhan Indonesia akan disingkirkan dengan scenario orang-orang tersebut terlibat dalam terorisme yang terjadi di Indonesia.

13. Pemerintah Indonesia akan di-"bersih"-kan oleh US, orang-orang yang tidak pro US akan dikategorikan sebagai teroris atau terkait dengan Al-Qaeda (yang bukan teroris)

14. Skenario 1: Maluku, Papua, dan Sulawesi Utara akan tetap dimerdekakan.

15. Skenario 2: Pemerintahan Indonesia akan dijadikan negara pro US dengan catatan bukan dalam negara kesatuan Republik Indonesia lagi, tapi terpecah menjadi negara Aceh, negara Riau, negara Sulawesi Utara, negara Maluku, negara Papua, dan negara Republik Indonesia untuk mempersempit teritorial kelautan Indonesia yang kaya raya.

16. Apa pun skenarionya, jika berhasil maka:
a. perusahaan-perusahaan minyak Amerika bebas mengolah sumber minyak bumi di laut Timor dan dengan aman membawanya ke Amerika karena tiga titikstrategis: East Timor - Maluku - Filipina mempunyai pangkalan militer US
b. Australia tidak perlu takut jika kelak ada invasi dari Indonesia karena adanya pangkalan militer US di tiga titik tersebut, dan mereka juga akan mengambil bagian dalam pengolahan minyak bumi di Laut Timor.

17. Mohon diwaspadai bahwa Gerakan Islam Radikal itu tidak ada, dan Islam bukanlah teroris seperti yang diceritakan (dengan cara cuci otak) Israel kepada masyarakat dunia. Kebencian Israel kepada negara-negara Islam dan negara-negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam adalah persoalan simpati terhadap Palestina (yang ditakutkan akan membuka mata negara-negara lain yang non-muslim untuk melihat kenyataan dan kemudian bersimpati juga kepada gerakan pejuang Palestina dan negara-negara Islam)

18. Israel masih berjuang keras untuk "membereskan" pejuang Palestina dan simpatisannya di seluruh dunia demi penguasaan sumber minyak di Timur Tengah bekerja sama dengan Amerika Serikat (konglomerat-konglomerat.terkuat di Amerika adalah keturunan Yahudi yang mempunyai hubungan dengan tanah leluhurnya, bahkan orang kunci/key person di militer, kongres, dan pemerintahan - serta presidennya - adalah keturunan Yahudi)

19. Indonesia sedang dalam keadaan yang sulit, bagi kita yang orang awam dan sipil saja sudah terbayang betapa banyak urusan yang harus
diselesaikan berkaitan dengan masalah ini, apalagi presiden kita.

20. Saya pribadi sudah senang mendengar banyak opini orang Indonesia mulai menunjukkan kedewasaannya dalam menanggapi kisah pemboman di Bali. Banyak yang sudah tahu kalau pemboman tersebut bukan dilakukan oleh teroris lokal, melainkan permainan perang intelijen.

21. Tidak ada yang bisa kita lakukan sebagai orang sipil untuk menanggapi perang intelijen ini selain berdoa dan tetap berkepala dingin. Jangan terlalu percaya dengan provokasi apalagi provokasi yang datang dari mulut (sayang sekali) pemuka agama (yang mungkin pemuka agama gadungan)

22. Jangan cepat menuduh kegiatan anarkis atau terorisme dilandaskan oleh agama tertentu. Tidak ada agama di dunia ini yang mengajarkan anarki dan teror. Di negara kita banyak sekali kelompok yang mengatasnamakan agama sebagai tameng, padahal kelompok tersebut tidak beragama dan hanya dibayar oleh pelaku perang intelijen untuk mencemarkan agama tertentu.

23. Marilah kita masing-masing kembali menjadi manusia Indonesia yang seperti dulu, saling toleransi beragama, karena kita semua tahu bahwa semua agama adalah baik. Seluruh umat tidak perlu memeluk agama yang sama untuk masuk surga, dan tidak perlu "menyelamatkan" umat lain dengan mengajak berpindah agama untuk masuk surga. Mari kita ingat baik-baik bahwa semua agama yang menyembah Tuhan adalah baik, jalannya saja yang berbeda, tujuan tetap sama.

24. Marilah kita ingat juga hanya karena sebab adu domba, kita menderita selama 3,5 abad pada masa yang lampau. Jangan hanya karena percaya pada provokasi kita dengan secepat itu mengambil peran dalam korban-korban perang intelijen.
--------------------------------------------------------------------------------

Thursday, November 24, 2005

Tuntutan keSultanan Melaka part 2

Seandainya tuntutan itu dimakbulkan, seluruh keadaan geo-political dirantau ini pasti berubah. Kesulatanan Melayu Melaka bukan 'state' tapi 'nation'. The Malay Nation. Juga di Amerika tiada Red Indian state cuma Red Indian nation sahaja.
Kerajaan Melaka adalah kuasa maritime bukan insular saperti Majapahit. Berpusat di kota Melaka dan jajahannya termasuk kota2 di muara sungai di persisiran semenanjung, pantai timur Sumatra dan kepulauan Riau. Mengapa dipanggil nation kerana tiada sempadan atau 'line of demarcation' bemakna siapa yang perkasa boleh buat satu penempatan penduduk dimana-mana saja dan memungut hasil buminya. Pertalian dengan Melaka sekadar ketaat setian yang perlu dibuktikan dan perkongsian sabahagian hasil pungutan hasil sahaja. Bila Kota Melaka jatuh Kesultanan Melaka tidak jatuh cuma beraleh tempat saja. Ini satu yang unik.

Berbalik kapada senario siMamat ni kalau impiannya dimakbulkan seluruh semananjung, Pulau Tumasek, Lingga, Riau, Karimun, Bangkalis, Provinsi Palembang dan Jambi jadi miliknya. Sungguh hebat....tapi itu satu mimpi siang saja.

Tuntutan keSultanan Melaka

Kita terpaksa menerima hakikat bahawa zaman orang-orang Melayu mengagungkan raja-raja Melayu sudah pudar. Kedudukan raja-raja menjadi laibilities pada negara apabila kita menerima Perlembagaan 1957. Dari waktu itu kerajaan negeri dan juga persekutuan tidak sunyi dari campurtangan raja-raja dalam urusan eksekutif, perundangan dan legislatif. Jestru Perlembagaan terpaksa digubal dan kekebalan raja-raja dimansuhkan. Dalam fikiran saya kalau yang sedia ada pun sudah menjadi beban maka tuntutan baru tehadap taktha Melaka wajar ditolak.

Kembali pada khakikat yang kita perlu terima. Dalam perjuangan untuk menaikkan marwah orang Melayu raja-raja tidak main sebarang peranan. Orang-orang Melayu (pemimpin-pemimpin nasionalist) saperti Dato' Onn dan Dr Burhanuddin etc. etc. sungguh marah kapada raja-raja Melayu kerana menerima bulat-bulat dan menandatangi dokumen menubuhkan Malayan Union. Dokumen menetapkan dalam konsep Malayan Union orang Melayu hilang semua hak istemewa sabagai rayaat pribumi. Raja-raja Melayu demi 'to save their own skins' besetuju dengan Inggeris kerana diugut oleh Inggeris kerana menjadi collaborators 'bersekonkol' dengan Jepun. Begitu rendahnya martabat raja-raja diwaktu itu.

Quote:
--------------------------------------------------------------------------------
Pada bulan Oktober 1945, kerejaan British di London telah menghantar Sir Harold MacMichael sebagai wakil khas ke Tanah Melayu. Beliau diiringi oleh Sir Alec Newboult sebagai jurubahasanya ke Tanah Melayu. Tujuannya adalah untuk mendapatkan persetujuan daripada sultan-sultan Melayu bagi melaksanakan Perlembagaan Malayan Union. Sir Harold MacMicheal telah menggunakan ugutan untuk memperolehi tandatangan sultan-sultan. Jika sultan-sultan enggan menandatangani perjanjian itu, beliau akan mengugut akan memecat dari takhta atas alasan bekerjasama dan membantu Jepun. Oleh kerana diugut, sultan-sultan terpaksa menandatangani perjanjian Rancangan Malayan Union. Perlembagaan Malayan Union telah dipersetujui oleh sultan-sultan menjelang bulan Januari 1946 telah dikemukakan kepada British.
--------------------------------------------------------------------------------

Ini bukan satu hasutan tetapi satu kenyataan cuma sudah menjadi sikap orang Melayu segala betuk salah laku raja-raja tidak bisa dibincang oleh rayaat dan diibaratkan satu incest dalam famili wajar disorokkan saja.

Wednesday, November 23, 2005

Tulisan yang terawal

Tulisan yang terawal
Tulisan yang terawal adalah tulisan “cuneiform’ Mespotamia dan ‘hieroglyphics’ Egypt. Disaat ini kadudukan munkin sudah berubah kerana contoh tulisan yang terawal munkin telah di jumpai ditapak arkeologi di Pakistan.
Kesan tulisan bentuk “pokok dan lembing serampang tiga-mata” dijumpai pada serpihan tembikar berumur 5500 tahun.
Dijumpai di tapak purba Harappa dalam wilayah agung Harappa dimana tamadun Indus berkembang 4500 tahun yang silam.
Harappa berasal satu penempatan kecil pada tahun 3500 BCE kemudian berkembang menjadi kota agung pada 2600 BCE.
Tulisan itu diukir pada pasu-pasu kemudian dibakar. Pakar arkeologi percaya ianya menandakan isi kandungan pasu tersebut dan munkin lambing-lambang ketuhanan diwaktu itu..
Lantaran Dr Richard Meadow Harvard University, Pengarah Harappa Archaeological Research Project, mendakwa tulisan-tulisan primitif ini adalah yang terawal sekali dibandingkan dengan apa yang diketahui sebelumnya..
Sebelumnya diakui tulisan yang paling tua sekali munkin berasal dari Egypt.
Papan-papan tanah liat yang terukir tulisan primitive dijumpai di Selatan Egypt makam raja yang bernama Scorpion.
Ujian ‘carbon-dated’ mengesahkan umur papan tersebut berusia 3300-3200 BCE. Ini bererti waktu yang sama, atau sedikit terawal, dari tulisan primitif yang dicipta oleh tamadun Sumeria di Mesopotamia pada tahun 3100 BCE.

Thursday, November 17, 2005

The Origins of Bilderberger

The Origins of Bilderberger

I found this article somewhere and a bit too long and quite boring.

After World War II, the east/west schism between the forces of communism and capitalism solidified into the Cold War. According to a report entered into the Congressional Record by Bilderberg attendee Senator Jacob Javits in 1964, "The countries of the Western World felt the need for closer collaboration to protect their moral and ethical values, their democratic institutions, and their independence against the growing Communist threat."

This "collaboration" would soon focus on one key objective: to ensure that the United States, Canada and Western Europe maintained oligarchic control of a global system of export-based capitalism.

According to Bilderberg founder Prince Bernhard:
"If we could all agree beforehand in principle it would result, without doubt, not in Utopia, but in an extremely strong and healthy Europe. This in turn would bring the United States into the economic community. It would encourage a great deal of free trade throughout the world.

"Now, the more free trade you have the more difficult you will make it for the new countries of Africa and Asia to set up an autarchy and live in economic isolation, to adopt trade barriers and quotas which after a hundred years or more we are finding out don't pay. From sheer necessity these people will have to join in free trade. And once you get that you can help an underdeveloped county much more easily than if there are a hundred and fifty thousand restrictions. Also it would be easier for them -- their national pride -- to accept help. That to my mind is the best possible guaranty against Communist influence."

The Bilderberg Group was actually the brainchild of Joseph Retinger, an American whose high-profile career brought him into contact with many high-ranking military and political leaders worldwide. Retinger had a dream: to unite the world in peace -- a peace brokered by powerful supra-national organizations which he believed would be less susceptible to the to the short-term ideological whims of national governments.

Economics were a secondary matter, as far as Retinger was concerned. Retinger believed that multinational organizations could create and enforce unity between nations by dictating and enforcing consistent and effective economic and military policies.

In his Congressional Record report, Senator Javits wrote: "In 1952 [Retinger] approached H.R.H. Prince Bernhard of the Netherlands with the suggestion of informal and unofficial meetings to discuss the problems facing the Atlantic community. Others in Europe wholeheartedly supported the idea, and proposals were submitted to American friends to join in the undertaking. A number of Americans, including C.D. Jackson, the late General Walter Bedell Smith, and the late John Coleman, agreed to cooperate."

(C.D. Jackson was a prominent member of the Council on Foreign Relations, another secretive think-tank whose members are drawn from the American political and economic elite. Like the Bilderberg Group, the CFR meets behind closed doors, and although many working journalists fill the group's ranks, deliberations and records are kept secret from the public. At the time of the Bilderberg's founding, General Smith was director of the CIA.)

Once Retinger had successfully drummed up a strong showing of interest, the first meeting was organized under Prince Bernhard's aegis. According to Senator Javits' Congressional Record report, "The first meeting that brought Americans and Europeans together took place under the chairmanship of Prince Bernhard at the Bilderberg Hotel in Oosterbeek, Holland, from May 29 to May 31, 1954. Ever since, the meetings have been called Bilderberg meetings."

According to Senator Javits, who attended the Bilderberg's 1964 meeting in Williamsburg, Virginia, "Bilderberg meetings are held at irregular intervals but have taken place once or twice a year since 1954. All the early conferences were held in Europe, but a meeting is now held on this side of the Atlantic every few years to provide a convenient opportunity for American and Canadian participants to attend."

Bilderberg attendees represent the elite establishment of every Western nation: bankers, industrialists, politicians, CEOs of transnational corporations, European monarchs, chancellors, presidents, prime ministers, key ambassadors, ministers of finance, secretaries of state, representatives of the World Bank, the World Trade Organization and the International Monetary Fund, media executives, and military leaders. Each meeting typically consists of 120 delegates. Approximately two thirds of the attendees are from Europe, and the rest come from North America.

Bilderberg debates go unreported, and any consensus reached is unknown to those outside the Group. Records of the meetings are reportedly kept, but are held in secret as "strictly confidential." Furthermore, according to Alden Hatch's book H. R. H. Prince Bernhard of the Netherlands: An Authorized Biography, there is an "unwritten rule that anybody who has ever been to a Bilderberg Conference should be able to feel that he can, in a private capacity, call on any former member he has met. To this end a list of names and addresses is maintained to which all participants have access. This makes possible an expanding continuation of association for people who might not otherwise have met."

Security is always extremely tight at Bilderberg meetings. According to H. R. H. Prince Bernhard of the Netherlands, at the first meeting in 1954:
There was absolutely no publicity. The hotel was ringed by security guards, so that not a single journalist got within a mile of the place. The participants were pledged not to repeat publicly what was said in the discussions. Every person present -- Prime Ministers, Foreign Ministers, leaders of political parties, heads of great banks and industrial companies, and representatives of such international organizations as the European Coal and Steel Community, as well as academicians -- was magically stripped of his office as he entered the door, and became a simple citizen of his country for the duration of the conference. Thus everybody could and did say what he really thought without fear of international, political, or financial repercussions.
Thus the Bilderberg Group was born in secrecy. And secrecy breeds suspicion. If the Bilderberg's purposes are truly benevolent, the Group could stand to be a little more open about its activities. It is little surprise that people often react with "frothing conspiracy theories" to the Bilderberg's general attitude of aloof secrecy, protected by armed guards.

The Trilateral Commission(TRI)

The Trilateral Commission(TRI)


Kalau Bilderbergers(BG) dianggap datuk dan Council of Foreign Relations(CRF) sebagai bapak maka The Trilateral Commision(TRI) adalah cucunya.

Konsepnya diutarakan oleh Zbigniew Brzezinsky seorang professor Jabatan Kajian Russia diUniversiti Colombia.Brzezinsky adalah seorang Yahudi peranakan Poland dan dibesarkan di Amerika. Juga pernah menjadi Setiausha Negara Amerika dibawah pentadbiran Jimmy Carter.


Konspirasi utama TRI ialah mengabungkan kuasa ekonomi dunia yang dianggotai oleh Amerika, Europah Barat dan Jepun untuk menjatuhkan kuasa Soviet Union di Europah Timur dengan cara tekanan ekonomi dan agama. Thesisnya ialah dengan adanya pergerakan pro-demokrasi dinegara Europah Timur dan tekanan ekonomi barat Soviet Union dengan sendirinya akan runtuh.

TRI ditubuhkan pada Julai 1, 1973 dengan David Rockefeller sabagai Pengerusi.Brzezinski dilantik sebagai pengarah dan ahlinya termasuk Jimmy Carter governor Georgia, congressmn John B. Anderson dan Ketua Editor majalah Time Hedley Donovan. Warga asing yang menjadi ahli termasuk Reginald Maulding, Lord Eric Roll, Editor Economist ,President FIAT Giocanni Agnelli dan naib president EEC untuk Pranchis Raymond Barre.

Selepas Perang Dunia II German Timur, Poland, Czechoslovakia, Hungry Romania dan Bulgaria jatuh dibawah ‘orbit’kominis. Soviet Union menubuhkan sistem pemerintahan ala Soviet dinegara tersebut. Pembrontakan pertama kapada sistem soviet berlaku di Hungary pada tahun 1956 dan ditumpaskan.Pergerakan pro-demokerasi di Czechoslovakia pada tahun 1968 dimusnahkan oleh kombinasi bala tentera kominis soviet, Poland, Bulgaria dan German Timur.

TRI yang diketuai oleh Brzezinsky merancang Poland sebagai tapak pergerakan demokrsi seterusnya Dia menawarkan dua strategi untuk mengusir Soviet Union:
• Pengaruh Roman Katholik(RK)
• Pengaruh Pergerakan Popular Buruh

Pengaruh RK adalah sangat kuat diPoland dimana parti kominis terpaksa mengambil sikap tolaransi keatas kegiatan Gereja. Dengan senyap-senyap TRI telah membuat satu pakatan dengan Vatican untuk menaikkan taraf Cardinal Karol Wojtyla dari Gereja Cracow kesatu jawatan yang kanan dalam ‘Holy See’. Tujuannya supaya ia boleh mewarisi jawatan Pope. Matlamat ini menjadi realiti apabila Pope John Paul I (Cardinal Albino Luciani) meninggal selepas 28 hari dan Karol Wojtyla dinobatkan sabagai Pope. Dalam umur yang maseh muda dan bertenaga John Paul II bergiat dengan senyap untuk gerakan pro-demokrasi di Poland.

Gerakan buruh Poland telah menggunakan krisi ekonomi dan kenaikan harga sabagai alasan untuk mebuat satu rapat raksaksa kepada kerajaan kominis pada tahun 1970. Dalam rusuhan itu 45 warga Poland tewas dan beribu cedera.Pucuk pimpinan Poland terpaksa dirombak dan Poland mula menghadapi tekanan dari luar untuk ‘respect for the human rights and basic freedoms: including freedom of thought, conscience, religion and concictins for every individual’. Lech Walesa pemimpin popular buruh dilimbungan Gdańsk menubuhkan “Solidarity” dan terus mendesak supaya pemerintahan demokrasi dibentuk dan tentera asing berundur dari bumi Poland. Semua ini didorong oleh TRI.

Perancangan TRI sungguh rapi dan kemas. Negara barat dan Jepun diarah mengenakan tekanan ekonomi kepada Russia termasuk “sanction” kapada export gandum dan alat-alat pembuatan yang sensitif. Dari sudut agama, dengan adanya seorang Pope yang berketurunan “Slav” maka banyaklah sukongan kapada perjuangan “Solidarity” daripada rayaat Eropah Timur.

Perlantikan Ronald Regan sabagai president Amerika pada 1981 dan Mikhail Gorbachev sabagai ketua Setiausha Parti Komenis Sovit yang liberal pada tahun 1983 dan perjanjian “dètente” America-Soviet akhirnya tamat riwayat Soviet diEuropah Timur.

Freemason and the Asian Meltdown

Freemason tidak terlibat secara langsung dalam politik pre-kolonial Malaysia dan juga post-kolonial Malaysia. Tetapi yang sudah pasti dalam era Mahathir kita kurang disenangi oleh kumpulan tertentu terutama CFR(Council of Foreign Relations). Mahathir tidak pernah diberi carpet merah apabila ke Washington.

Mengapa? Islam yang kuat dan perkasa munkin menjadi batu penghalang dalam usha mereka untuk mengujudkan 'The New World Order'. Mereka tidak mahu Malaysia menjadi role model bagi negara Islam dan negara membangun.

Plot yang pertama ialah 'liberalisation' sistem kewangan dunia. Satu 'architecture' dibentuk dimana mata wang boleh dijual-beli saperti komoditi. Semua kadar wang tukaran asing adalah bersandarkan kapada US Dollar(USD). Kerana gairah dengan kemudahan dan limpahan pinjaman USD bank-bank Malaysia meminjam USD dan memberikan facilities kapada peminjam-peminjam kapada syarikat Malaysia dengan ringgit.

Disini kita lupa bahawa USD dikelurkan dan dikawal oleh 'Federal Reserve Bank' atau Fed juga dipanggil 'The Secret Temple'. FED bukan berperanan sabagai central bank saperti Bank Negara. FED ditubuhkan oleh bank-bank utama Amerika yang dikasui oleh Yahudi atau proxinya saperti ' Rostchild Bank ' dan ‘Morgan.Bank’. Fed mempunyi konsesi untuk mengeluarkan wang USD saberapa banyak sesuai dengan keadaan ‘ supply-demand’ ekonomi Amerika. Nilai USD tidak lagi bersandarkan kapada simpanan emas kerana konsep ‘gold- standard’ telah dihapuskan oleh pentadbiran Nixon.

Ahli-ahli lembaga Fed adalah terdiri daripada orang yang sungguh berpengaruh dalam CFR dan ‘Jewish Lobby’. Mereka tahu ekonomi Asia Timur atau ‘ the New Asian Tigers’ yang kuat akan menimbulkan masalah kapada ekonomi Amerika dari segi persaingan dan ‘trade-balance’. Kebetulan waktu itu Amerika baru saja pulih daripada”’budget–deficits’ dan maseh lagi berhutang dengan Jepun.

Satu cara yang mudah untuk sabotaj negara-negara ini ialah dengan menarik balik kemudahan capitalnya dari negara-negara tersebut( capital out-flow) dan menaikkan kadar tukarannya. Kesannya ialah jatuhnya nelai wang tempatan. Bank-bank banyak gulung tikar kerana terpaksa membayar pinjaman USD yang nelai telah berganda. Contohnya diMalaysia banyak syarikat-syarikat besar terpaksa disusun semula dan ada yang terus lenyap kerana tersadai dengan hutang.

To Err Is Human, to Forgive is Divine.

Wednesday, November 16, 2005

Yahudi Ethiopia

Latarbelakang Yahudi Ethiopia:-Operation Solomon, Operation Joshua and Operation Moses.

Setelah beberapa kurun terpisah dari dunia Yahudi sejagat, namun masyarakat Yahudi Ethiopia terus ujud di wilayah utara Gondar di pergunungan Ethiopia. Mereka mengenali puak mereka sebagai Beta Israel-House of Israel. Pernah menjadi puak yang kuat dan memerintah wilayah tersebut. Sungguh perkasa dan kuat pegangqn agama Yahudinya hingga membatasi kepercayaan agama lain seperti Islam dan Kristian diwilayah yang sama.

Kristian dikenalkan kapada Ethiopia pada 400 CE dan Islam pada tahun 700 CE. Walau bagaimana pun agama Beta Israel terus ujud tanpa sebarang ganguan dan penindasan.
Dikalangan masyarakat setempat mereka dipanggil sebagai Falashas atau ‘orang asing atau pendatang’. Mereka tinggal dirumah-rumah atap di pinggir tasik Tana pergunungan Ethiopia. Berpegang kuat dengan ajaran kitab Torah dan mengamali tradisi dan budaya pre-Talmudic. Turun temurun mereka menghayati kegemilangan silam Jerusalem.

Oleh kerana sejarah Beta Israel diturunkan kapada generasi seterusnya secara lisan (oral) maka tidak dapat pastikan ketepatan asal usul kaum mereka. Walau pun begitu ada 4 theori utama yang mengaitkan usul asal kaum ini:

1. Mereka munkin dari salah satu puak Israel yang hilang –puak Dan
2. Mereka keturunan langsung dari Menelik ( Anak Raja Sulaiman dan Ratu Sheba)
3. Mereka munkin keturunan Kristian atau Pagan Ethiopia yang menganuti agama Yahudi beratus-ratus tahun lalu
4. Keturunan Yahudi yang lari dari Jurusalem ke Masir selepas kemusnahan Berhala Pertama ( First Tample) dalam tahun 586 BCE dan akhir menetap di Ethiopia.

Dengan tiada bukti yang terang tentang usul asal mereka maka satu perdebatan telah dibangkitkan dikalangan Yahudi sejagat untuk mengesahkan isu kesahihsan ‘authenticness dan Jewishness’ puak ini. Tahun 1972, Rabbi Ovadia Yossef, Kepala Rabbi Sephardic Israel, mengeluarkan satu fatwa: “Saya memutuskan bahawa Falsahas adalah Yahudi maka wajib diselamatkan dari bahaya serapan dan assimilasi. Kita perlu mempercepatkan kepulangan mereka ke Isreal dan memberi mereka pendidikan yang sempurna atas semangat kitab suci Torah, membangunkan mereka sabagai saudara dalam mendirikan Tanah Suci Israel (Holy Land).”

Tiga tahun kemudian pada tahun 1975, Rabbi Shlomo Goren, Kepala Rabbi Ashkenazi mengumumkan “You are our brothers, you are our blood and our flesh. You are the true Jews.” Kemudian barulah Beta Israel dengan resminya diberi pengiktirafan di bawah “ Israel's Law of Return”. Akhirnya hasrat Beta Israel untuk pulang keJurusalem tanah Eretz Yisreal menjadi kenyataan

Tahun 1977, Menachem Begin adalah Perdana Menteri yang pertama mengambil inisiatif untuk memenuhi impian Beta Israel untuk pulang ke Isreal sesuai dengan kerpacayaan prophecy Yahudi. Kepulangan Beta Isreal mengandungi banyak cerita perancangan dan pengelaman getir yang terpaksa dilalui termasuk politik, rintangan militari, keluarga terpisah dan kesihatan.

Perdana Menteri Begin amat berusha untuk memepasti program menyelamatkan Yahudi Ethiopia berjaya. Langkah pertama yang diambil ialah mempastikan hubungan deplomatik Isreal-Ethiopia adalah baik. Dalam tahun 1977 hingga 1984, 8000 Yahudi Ethiopia dapat dipindah dengan rahsia (covert action). Sungguh pun begitu jumlah itu amat kecil kalau dibandingkan dengan Operation Moses 1984.
Operation Moses merupakan langkah pertama untuk memindah kaum Beta Isreal secara besar-besaran. Oleh kerana keadaan hubungan diplomatik Isreal-Ethiopia yang tak menentu dan bahaya yang terpaksa dilalui apabila pernerbangan melintasi ruang udara negeri Arab maka operasi terpaksa dilakukan dengan rahsia.
Beberapa bulan sebelum Operation Moses bermula , beribu puak Beta Israel, lelaki, perempuan dan kanak-kanak, mula berhijrah dari kampung di Utara Ethiopia kekemah sementara disempadan Sudan. Di Sudan barulah diterbangkan ke Israel.
Operation Moses bermula pada 19hb November 1984 dan tamat pada 5hb Januari 1985 selama enam minggu sahaja. Dalam tempoh itu 8,000 orang dapat dipindahkan melalui Sudan. Operasi ini tidak sunyi daripada rintangan dan terpaksa diberhentikan setelah kebucuran rahsia oleh media dan penarikan balik sokongan Sudan kerana desakkan negara-negara arab yang lain.
Oleh kerana operation Moses diberhetikan dengan tiba-tiba, 15,000 Yahudi, atau dua pertiga kaum Beta Isreal tertinggal di Ethiopia.
Pada tahun 1985, satu opeasi lanjutan dibentuk oleh Mossad dan CIA dengan sokongan penuh oleh Vice President George Bush. Misi itu dipanggil Operation Joshua yang mana sejumlah 800 Beta Israel dibawa ke Israel dari Sudan.
Lima tahun yang berikutnya operasi menyelamat terhenti kerana menghadapi kesulitan. Walau pun ramai yang telah berjaya dipindahkan dibawah Operation Moses dan Operation Joshua namum ramai ahli keluarga maseh terpisah. Kanak-kanak yang diterbangkan dalam operasi-operasi awal terpaksa hidup di Israel tanpa ibubapa. Mereka digelar ‘orphans of circumstance’ berjumlah 1,600 orang.
Tahun 1990, Ethiopia dan Israel mencapai kata sepakat untuk membolehkan Yahudi Ethiopia berpindah ke Israel dengan alasan menyatukan keluarga yang terpisah. Jelas sekarang laluan telah terbuka untuk pemindahan selanjutnya.
Dalam tahun 1991, pembrontak Eritre dan tentera Tigrean mula meningkatkan usaha untuk mengulingkan kerajaan Ethiopia. Pada awal bulan Mei, orang kuat Ethiopian Haile Selassie lari keluar negeri dan ibu kota Addis Ababa dikuasi pembrontak. Peluang untuk memindah saki baki Beta Israel menjadi sukar.
Pemerintah Israel dibawah Perdana Menteri Yitzhak Shamir mengarahkan satu operasi sulit segera dilakukan untuk memindah saki baki Yahudi yang maseh tertinggl. Operasi rahsia ini misti dilakukan dengn timing yang cukup cepat. Kebenaran khas diberi kapada El Al( syarikat penerbangan Israel) untuk menerbangkan sisa Beta Israel ke Israel. Operasi ini dilakukan pada cuti Sabbath.
Operasi bermula pada hari Jumaat, 24hb Mei terus menerus selama 36 jam tanpa berhenti. Sejumlah 36 pesawat jet jumbo El Al dan pesawat pengangkut C-130 digunakan, dengan semua tempat duduk dibuang untuk muatan penumpang maxima, untuk membawa kesemua Beta Israel kebumi Israel. Operasi ini dipanggil Operation Solomon sempena nama bapa keturunan kaum Beta Isreal.
Diwaktu Yahudi deseluruh dunia bersiap untuk merayakan tamatnya Sabbath mereka telah diraikan dengan berita gembira kejayaan ‘Operation Solomon’. Keluarga-keluarg yang terpisah selama satu dekad akhirnya bersatu semula.
Operation Solomon sungguh berjaya kerana jumlah yang diselamatkan adalah dua kali ganda dari jumlah yang dilakukan dalam Operation Moses dan Operation Joshua dengan waktu yang tersingkat. Yang terpenting ialah negara Israel telah membuktikan kapada semua Yahudi bahawa ia adalah lampu harapan dan penyelamat untuk semua Yahudi yang tertindas dimana-mana rantau dunia ini. Puak Beta Isreal , selepas beribu tahun terpisah , akhirnya pulang kebumi Israel.

Tuesday, November 15, 2005

HANG TUAH BERBANGSA CINA

Hang Tuah Berbangsa Cina

Ramai di kalangan anggota masyarakat kita terutamanya orang-orang Melayu menganggap Hang Tuah adalah legenda pahlawan Melayu. Pada hakikat sebenarnya Hang Tuah bukanlah dari keturunan Melayu sebagaimana yang disangkakan. Itulah yang bakal dihuraikan dalam artikel ini.

Selama ini orang-orang Melayu telah terkeliru atau mungkin tertipu dengan kedudukan Hang Tuah sebagai legenda pahlawan Melayu yang dibangga-banggakan. Hang Tuah sebenarnya telah diMelayukan untuk tujuan kemegahan semacam bentuk yang tercatat pada Robin Hood.

Di dalam bilik-bilik darjah, dewan-dewan kuliah atau seminar bermotifkan sejarah atau kajian sejarah hanya membincangkan tentang kepahlawanan, kebijaksanaan serta kesetiaan Hang Tuah. Kisah Hang Tuah yang diagung-agungkan ini telah menenggelamkan keadaan sebenar tentang asal keturunannya.

Di kalangan masyarakat Melayu dewasa ini telah timbul semacam keraguan tentang pahlawan mereka ini, apabila penghormatan kepada pahlawan mereka mula dipersendakan dengan reaksi-reaksi melampau seperti kelihatan dalam filem Hang Tuah.

Keraguan terhadap kedudukan Hang Tuah sebagai pahlawan Melayu telah menghasilkan satu penyelidikan dijalankan terhadap asal usul keturunan secara hipotesis. Jika pepatah Melayu sendiri telah mengatakan ‘bahasa jiwa bangsa’ dan ‘manusia mati meninggalkan nama’ . Bagaimana pula kita hendak menafikan kenyataan ‘nama menunjukkan bangsa’. Bahasa ‘nama’ merupakan identifikasi yang cukup jelas untuk mengetahui jenis sesuatu bangsa itu.

Bukti yang dapat menerangkan asal-usul Hang Tuah setakat ini, hanyalah dapat disandarkan pada namanya. Oleh itu satu kajian secara hipotesis telah dijalankan dengan bersandarkan kepada ‘nama’ manusia untuk memperolehi jawapan tentang asal-usul Hang Tuah sebenarnya.

Dalam perbendaharaan nama-nama orang Melayu semasa zaman kesultanan Melaayu Melaka, tiada terdapat nama-nama seumpama Hang Tuah, Hang Kasturi, Hang Jebat, Hang Lekir, Hang Lekiu, ringkasnya ringkasan yang bermula dengan ‘Hang’. Sejarah juga telah mencatatkan nama-nama dari bangsa Cina yang bermula dengan Hang, Tan, Maa dan Lee. Ia bergantung kepada suku kaum atau asal-usul keturunan mereka dari wilayah tertentu dari China. Kemungkinan untuk mendakwa bahawa gelaran ‘Hang’ telah dianugerahkan oleh Raja-Raja Melayu juga tiada asasnya.

Mengikut kertas kerja yang dihasilkan oleh Mohd. Yunus Ibrahim dari Jabatan Sejarah UKM dengan tajuk ‘Melaka 1400-1511 Dari Aspek Kemasyarakatan,’ cuma menyatakan bahawa sesuatu penghormatan, ketaatan atau kedudukan adalah diberi gelaran seperti Bendahara, Paduka Raja, Temenggung, Laksamana, Shahbandar dan Mandulika.

Mengikut buku ‘Sejarah Melayu’ edisi W.G. Shellabear penerbitan Malaya Publishing House Ltd. Singapore halaman 123-131, menyatakan tentang Tun Perpatih Putih, iaitu utusan Sultan Mansur Shah ke negeri China telah membawa balik bersamanya seramai 500 orang dayang serta Puteri Hang Li Po. Sultan Mansur Shah dikatakan telah berkahwin dengan puteri dari China ini dan telah menghasilkan anak bernama Paduka Mamat.

Perkara yang menarik dari edisi W.G. Shellabear ini ialah munculnya nama puteri Hang Li Po. Hasil perkahwinan ‘campur’ antara puteri Hang Li Po dengan Sultan Mansur Shah, telah dikurniakan seorang putera dan telah diberi nama Paduka Mamat. Nama Paduka Mamat adalah nama Melayu dan tidak pula berlaku nama ‘Paduka Hang Mamat’ sebagai penghargaan kepada puteri Hang Li Po, contohnya. Sejarah telah membuktikan bahawa nama-nama dari keturunan Cina biasanya bermula dengan Hang, Tan, Maa dan Lee bergantung kepada suku kaum mereka dan dari wilayah tertentu asal mereka.

Jika dihubungkaitkan dengan nama Hang Tuah dari sebutan loghat Cina adalah berbunyi seperti Hang Too Ah. Nama Hang Jebat berbunyi Hang Jee Fatt, Hang Lekir pula seperti Hang Lee Ker, manakala Hang Lekiu seperti Hang Lee Kiew. Mengikut prosedur tentang suku kata nama bangsa atau keturunan Cina, biasanya cuma terdiri dari 3 suku kata sahaja. Nama Hang Kasturi pula diragui kerana 4 suku kata walaupun ia bermula dengan perkataan Hang. Perkataan Kasturi pula ada berbaurkan loghat bahasa Melayu.

Terdapat 3 andaian hasil kajian secara hipotesis yang dijalankan.

Pertama : Hang Kasturi adalah berbangsa Melayu tetapi bergaul rapat dengan anak cucu dari rombongan puteri Hang Li Po.

Kedua : Nama sebenarnya ialah Kasturi tetapi telah digelar Hang Kasturi oleh 4 orang rakan karibnya yang berketurunan Cina sehingga menjadi sebutan yang kekal.

Ketiga : Mungkin nama Cina sebenar Hang Kasturi sukar disebut oleh masyarakat tempatan. Oleh itu mereka telah memberikannya nama baru mengikut loghat orang Melayu tempatan dan nama ini telah diterima dengan baik oleh beliau.

Perkara lain yang menarik ialah petikan kertas kerja Ong Hak Ching. Jabatan Sejarah UKM ada mengatakan bahawa Sultan Mansur Shah telah memberikan tempat kediaaman di Bukit Cina kepada puteri Hang Li Po serta 500 orang dayang-dayangnya. Anak-anak cucu mereka digelar ‘biduanda Cina’ juga bermakna golongan yang dilindungi. Sama ada yang sudah memeluk Islam atau masih memeluk agama asal mereka.

Terdapat 3 andaian secara hipotesis mengenai hal ini.

Pertama : Tidak kesemua dari anggota rombongan puteri Hang Li Po yang memeluk agama Islam.

Kedua : Hang Too Ah, Hang Jee Fatt, Hang Lee Ker, Hang Lee Kiew, adalah keturunan dari rombongan puteri Hang Li Po.

Ketiga : Keempat-empat sahabat ini kemudiannya telah memeluk agama Islam tetapi mengekalkan sebutan nama mengikut loghat bahasa Melayu atas sebab-sebab tertentu, seperti Hang Tuah, Hang Jebat, Hang Lekir dan Hang Lekiu.

Hal yang lebih lanjut mengenai Hang Kasturi. Telah timbul percanggahan pendapat sejak dahulu lagi, sepertimana kajian secara hipotesis ini meragukan tentang nama sebenar Hang Kasturi. Percanggahan pendapat ini berlaku antara pengarang ‘Sejarah Melayu’ dan pengarang ‘Hikayat Hang Tuah’ mengenai siapa sebenarnya telah menderhaka kepada Sultan Melaka. Pengarang Sejarah Melayu menuduh Hang Kasturi manakala pengarang Hikayat Hang Tuah Pula menuduh Hang Jebat.

Pertama :Tersirat sesuatu hal yang unik dan tersembunyi tentang kedua-dua tokoh pahlawan ini sehingga tidak ada satu kata sepakat di kalangan kedua pengarang serta pakar sejarah lampau.

Kedua : Pengarang ‘Sejarah Melayu’ telah menggunakan bahan dalam penulisannya secara mengambil pendapat lisan dan tiada ada satu penyeledikan terperinci, kerana ia menyentuh kisah-kisah yang terlalu luas serta hal-hal yang menyeluruh.

Ketiga : Pengarang ‘Hikayat Hang Tuah’ adalah lebih formal kerana menggunakan semacam bentuk kajian sehingga dapat menggariskan hal-hal peribadi Hang Tuah secara lebih detail.

Hasil kajian secara hipotesis ini telah membuktikan pengarang Hikayat Hang Tuah mempunyai banyak kelebihan dan penulisannya tentang hal Hang Jebat yang telah menderhaka kepada Sultan, adalah diterima mengikut hukum asal. Rumusan daripada kajian yang dijalankan telah menghasilkan penemuan baru yang melibatkan kedudukan Hang Tuah sebagai legenda pahlawan Melayu. Mengikut kajian hipotesis ini, Hang Tuah merupakan pahlawan yang telah diMelayukan demi untuk kemegahan atau simbol kepada orang-orang Melayu. Kita lihat bagaimana hipotesis ini menerangkan asal-usul Hang Tuah.

Hang Tuah adalah anak cucu kepada keturunan rombongan puteri Hang Li Po yang datang ketika pemerintahan Sultan Mansur Shah. Nama sebenar Hang Tuah ialah Hang Too Ah. Tetapi bertukar kepada nama sebutan Hang Tuah apabila pahlawan ini memeluk agama Islam dan berkhidmat kepada Sultan Melaka.PengIslaman Hang Tuah telah mempengaruhi 3 orang rakan karibnya iaitu Hang Jee Fatt, Hang Lee Ker dan Hang Lee Kiew. Keempat-empat sahabat baik ini juga bergaul rapat dengan Kasturi, iaitu rakan sebaya mereka yang berbangsa Melayu. Mereka juga menggelar Kasturi dengan gelaran Hang Kasturi sebagai tanda satu persahabatan yang abadi.

Kelima-lima sahabat ini mula masyhur di kalangan istana apabila mereka menyelamatkan Bendahara dari serangan orang mengamuk. Mereka berlima kemudiannya memeluk agama Islam. Nama-nama mereka mengikut loghat Melayu telah tersebar dengan cepat dan meluas samada di kalangan istana atau orang-orang Melaka ketika itu termasuk nama Hang Kasturi.

Tiada bantahan yang pernah dibuat ketika itu kerana masyarakat Melayu zaman itu telahpun menganggap anak cucu dari rombongan puteri Hang Li Po sama seperti saudara Melayu mereka. Demikianlah serba ringkas kisah Hang Tuah yang berasal daripada keturunan puteri Hang Li Po dari kajian hipotesis ini.

Berdasarkan hipotesis ini juga bererti orang-orang Melayu telah kehilangan seorang pahlawan lagenda yang selama ini mereka bangga-banggakan. Walaupun demikian orang-orang Melayu telah terselamat daripada tuduhan menderhaka kepada Sultan. Hang Jebat atau nama asalnya Hang Jee Fatt yang telah menderhaka kepada Sultan bukanlah daripada keturunan orang Melayu Jati.

My 1st Rebuttal 29-10-2005
Sejarah Melayu yang saya tahu ada 23 versi. Satu pun tak boleh dipakai kerana tidak punya dokumentasi yang boleh dibuat sabagai sokongan. Dalam penulisan Orientalist barat pun tidak menceritakan keagongan Hang Tuan. Kita ni maseh samar-samar lagi tentang riwayatnya. Contohnya, masakan Hang Tuah itu maseh ujud dizaman Sultan Mahmud yang gila tu semasa meminang Putri Gunung Ledang. Kalau pun ujud takkan maseh segak dan muda macam M. Nasir dalam movie tu.

Mengikut pendapat Prof. Syed Najib Alattas pula, Hang yang berlima ni adalah gengsters kampung dibawah 'retainership' sultan Melaka.

My opinion, saya mengkaji dari segi espek keadaan sosio-politik Melaka diwaktu itu. Sememangnya hubungan Cina-Melaka amat baik sekali dan Melaka boleh dianggap sabagai negeri naungan (vassal state) Cina. Ini kerana mencegah hegemony Siam yang mengugat perjalanan perdagangan di rantau ini. Salah satu bukti jalinan Cina-Melaka ialah penghantaran putri Hang Li Poh (saorang gundik) berserta rombongan yang berjumlah 500 orang untuk di persembahkan kapada Sultan Mansur Shah (?? saya munkin silap).

Di Melaka rumbongan ini ditempatkan disuatu 'canton' yang khusus untuk pendatang tersebut. Dikalangan mereke sudah tentu ada yang berperanan sabagai tukang masak, dayang-dayang, tukang besi, tukang kayu dan bodyguards (Imperial bodyguards yang cukup handal dari Istana Maharaja Cina).

Disina saya membuat kesimpulan munkin semua Hang-Hang itu dari kumpulan ini.

My 2nd Rebuttal 31-10-2005

Saya seorang rationalist dan munkin ada teman saya yang mengatakan saya ni radikal dan non-comformist. Saya tidak menolak Sejarah Melayu secara total tetapi fakta-faktanya perlu ditapis dan diuji dulu kesahihan.

Professor Alan Bloom saorang pendidik telah menulis dalam bukunya "The Closing Of the American Mind"
"Satu yang pasti bagi saorang professor: munkin semua siswa yang masuk keuniversiti percaya, atau munkin percaya, kebenaran itu tidak absolute cuma relatif."

Saya berpegang penuh kapada prinsip yang disebutkan itu kerana kita bukan robot yang diprogram. Saya bukan sarjana sejarah tetapi sejarah cuma sabagai hobby saja. Sejarah Melayu adalah hasil narratives yang diperturunkan kepada beberapa generasi orang Melayu dan akhirnya ditullis dan dibukukan. Kontentnya ada yang berunsur dongeng yang tidak masuk akal dan banyak menceritakan keagongan raja-raja silam. Ethos ini akhirnya meracuni fikiran orang Melayu. Orang Melayu memberikan taat setia yang tak berbelah bagi kapada raja. Mereka takut kapada daulat raja dan munkin dimakan sumpahan jika menderhaka. Memanggil dirinya patik tanpa mengatahui apakah itu patik ( maksudnya hamba yang paling hapraaak) dan menjunjung Duli tuanku tanpa mempersoalkan apakan maksud Duli ( kotor dan daki dibawah tapak kaki). Tun Sri Lanang dan pengarang Sejarah Melayu adalah accesories raja untuk menindoktrinasi fikiran kita. Contohnya mengikut kerpercayaan Sultan Mahmud mangkat dijulang dibunuh sewaktu dijulang untuk masuk kemasjid untuk sembahayang Jumaat. Kalau mengikut versi dari pedagang Arab, India atau Barat sultan Mahmud adalah saorang yang sungguh zalim dan kaki liwat. Ia dibunuh dengan ditombak didalam istananya oleh saorang pembesar negeri kerana kesalahan meliwat

Evil Fruits of Freemasonry

An extraction from Timothy Blog who is my fellow seeker , Pro-God, Pro-Life, anti-New World Order, Anti-Secret Societies, Pro-Civil Libeties, anti-Torture, Pro-Family, pro-Constitution, Pro-Republic and Anti-Neo Conservativism.

"Here's some of the Evil Fruits of Freemasonry:

1). Adam Weishaupt was the founder of the Order of the Bavarian Illuminati [plus Diest] and part of the Munich Lodge of the Order of Good Council.

2). The French Revolution was created and headed by Freemasons and the Illuminati under the guise of “liberty, equality, and fraternity” [the triple motto of Masonry in their New Age Magazine] Duc d’Orleans (Grand Master of the Grand Orient of France or head of all French Freemasons and organized with the Jacobins to raise the Revolution), Robespierre, Lafayette, Count Gabriel Victor Riqueti de Mirabeau, and other Masons are involved. Joseph Guillotine, a Freemason, invented the “guillotine” to cut the throat of thousands for the crime of just being Christians during that era.

3). Napoleon Bonaparte (initiated into the Army Philadephe Lodge in 1798 and a Templar Mason according to the reliable research of Freemasonry Watch Website) led unlawful invasions that ravished across Europe even to some parts of Africa acting as a dictator.

4). The Rothschild Family has Masonic ties. They control more than half the wealth of the world through multi-billion dollar enterprises like N. M. Rothschild merchant bank. Nathan Meyer Rothschild (from London in the Lodge of Emulation) and James Meyer Rothschild (from Paris, France and a 33rd Degree Scottish Rite Freemason) are validated as Masons from the Masonic reference book 10,000 Famous Freemasons, Vol. 4, and p. 74. History always recor d their agents (i.e. Judah Benjamin, August Belmont, Jacob Schiff, Paul Warburg, etc.) in wars like the Civil War, Crimean war, and other circumstances.

5). Joseph Smith is a Freemason initiated in the Nauvoo Lodge at March 15, 1842. He’s the founder of the False religion of Mormonism with it’s Satanic concepts of man achieving godhood, new worlds formed by man, God having sex with women, false prophecies, and Satanic ceremonies mimicking Freemasonry. Smith was a racist.

6). Christopher Albert Pike was a 33rd Degree Freemason and head of the Southern Jurisdiction Scottish Rite. As a Confederate General during the Civil War, he wrote Dixie and was pardoned by Brother Mason President Andrew Johnson when this coward Pike fled to Canada charged with treason after the war. The quotes of Albert Pike worshipping Lucifer [pg. 321 of the 1942 edition of Albert Pike’s Morals and Dogma] are available in French and English in the Albert Pike vertical file at the Scottish Rite Southern Jurisdiction at 1733 16th NW, Washington D.C. recorded by Anton Chaitkan speaking for the Schiller Institute. He and Nathan Bedford Forrest helped invent the Ku Klux Klan. (Forrest was initiated in Lodge #168 at Angerona, Tennessee. Paul M. Bessel, Executive Secretary of the Masonic Leadership Center at bessel.org/cwgfconf.htm records Forrest’s membership) Pike was the KKK’s Chief Judicial Officer. 1800’s and 1900’s historians of Professor Walter Fleming, Susan Lawrence Davis, Claude Davis, and William J. Whalen all confirmed this plus the modern scholar Anton Chaitkan). The KKK is also derived from the Knights of the Golden Circle (KGC) and the Scottish Horsemen, a Secret Society. In fact, all of the founders of the KKK in 1866 were of Scottish descent and ex-confederate officers. A burning cross was a Scottish traditional way to call a clan to war and that’s a common KKK symbol. T he Illuminati often refer to themselves as the circle. The Greek word for circle is Kuklos and this with the word clan forms the derivative Ku Klux Klan. K is the 11th letter of the alphabet and when repeated 3X to name the group. This is occult. Imperial Wizard Joseph Simmons who was a Mason of the Blue Lodge and also a member of the Knights Templar revived the KKK in 1915. The Ku Klux Klan in the City by Kenneth T. Jackson and Martin Short’s Inside the Brotherhood elaborates more on the KKK-Mason connection.

7). Gavrillo Princep (not a Mason since he was 19 years old) in the Black Hand killed Archduke Franz Ferdinand in 1914, which launched World War I. According to Paul A. Fisher’s Behind the Lodge Door on pgs. 217-218, The Black Hand was a progeny of Freemasonry. Princep admitted on trial that Ciganovitch was a Freemason and the Hier Apparent was condemned by a Freemason’s Lodge (Hotel St. Jerome in Toulouse with French and Grand Orient Masons) Chabrinvitch testified that Major Tankositch (one of the plotters) was a Freemason. Masonic involvement to begin WWI is therefore there.

8). The cult of Freemasonry has ties to Christian Science. Mary Baker Eddy who founded it was an associate of 33rd Degree Freemason Henry Steele Olcott (who made the Satan worshipping cult of the Theosophical Society). The Hero Robert Howard of his Hard Truth Website shown Masonic Watchtower seals as well. Mary married a Freemason. Early 1900’s editors of the Christian Science Monitor are Masons like Erwin D. Capham, George Channing (32nd Degree), Arnold H. Exo, Charles Hi etman (32nd Degree), etc. The main logo for the Christian Science cult is also the Knights Templar symbol.

9). Cecil Rhodes was initiated into Freemasonry at the Apollo University Lodge No. 357. He was raised a Master Mason in the same lodge on April 17, 1877. Rhodes joined a Scottish Rite Lodge at Oxford called Prince Rose Croix Lodge No. 30. Cecil was a globalist and advocated a One World Order under the British Empire rule with racist Anglo-Saxon supremacy precepts exposed by Tim and Barbara Aho’s Watch Unto Prayer Ministries. Actually the elite have allegiance to Satan not to Britain. Freemason John Ruskin of Oxford influenced him. Rhodes worked with Freemason Lord Nathan Rothschild who left him as a trustee. Soon, the making of the Round Table Group, the RIIA, and CFR by the elites of the globe came into being. The present Chairman of the CFR is Peter G. Peterson who is a Freemason. Max Rothschild was another Freemason in Lodge No. 11 in Munich, Germany.

10). J. Edgar Hoover was a 33rd Degree Scottish Rite Freemason who was a very evil man. Hoover worked with General Intelligence Division in 1919 and was cozy with Nazis dominated Interpol; the Berlin based International Secret Police. He helped ship Nazis to America in the Vatican Ratline and violated civil liberties with his COINTELPRO. He is rumored to have black blood (so a self-hating racist) and a homosexual whose sex partners include Clyde Tolson and Louis Bloomfield. He is involved in JFK’s assassination as well as the cover-up like his Brothers Gerald Ford, LBJ, Allen Dulles, Sherman Cooper, R. L. Thornton, etc. JFK was killed in the Masonic Dealey Plaza, the site of an original Masonic Lodge in the early days of Texas. This lodge is also the first fraternal lodge in Texas during the Texas Revolution des igned to free Texas from Mexican control with that pagan, Satanic obelisk according to Ralph Epperson. This Plaza is nothing more than a mass of esoteric symbolism and is named after George Bannerman Dealey who was a 33rd Degree Freemason. The Killing of the King ceremony killed JFK (according to Hoffman, William Cooper and others) by many Freemasons and JFK was slain at the point where the sun was at the most high point in the Temple of the Sun (ca. 12:30 pm.) in Dealey Plaza, in the presence of an obelisk. That was in a reflecting pool also in the four corners of an architectural rendering similar to Stonehenge. It's shaped like the truncated pyramid with the capstone missing. The eye, indeed, is the underpass under the railroad overpass. The Plaza is also an outdoor Sun Temple and JFK's killing corresponded to the ancient fertility oblation of the Killing of the King. The New Orleans CIA (which provided security) station’s headquarters were in a Masonic Temple. Dallas is located south of the 33rd Degree o f Latitude. Jim Garrison, Jim Marrs, Penn Jones, Jr., and countless other researchers conclusively proved that JFK’s assassination was a conspiracy.

11). Many leaders of the segregationist movement were Masons in the 1960’s like Governors George Wallace of Alabama (he changed later in his life), Orval Forbus of Arkansas, and Ross Barnett of Mississippi. Lodges were segregated until recently. Isn’t it ironic that Jesse Jackson, Collin Powell (33rd Degree), Scottie Pippen, Andrew Young, John Lewis, Al Sharpton, Jesse Jackson, and Kweisi Mfume, and Julian Bond are all African American Prince Hall Freemasons when Masonry has a legacy of bigotry. Researchers have shown information that MLK was murdered by government forces for opposing the Vietnam War and others things. According to many people, Dr. William F. Pepper’s Orders to Kill Behind the Murder of Martin Luther King does identify the players in the conspiracy known as members of the Masonic fraternity. It’s also ironic that MLK said his last speech in a Masonic Temple and in his speeches, he often refer to “the brotherhood of men.” The FBI and N.O.I. murdered Malcolm X [all of his murderers were NOI members] Hoover, Elijah Muhammad, Wallace Muhammad, and Louis Farrakhan were all involved and all Freemasons. (A note by a former NOI member given to Eric Jon Phelps is in his book Vatican Assassins detailed on the NOI members mentioned being part of Prince Hall Freemasonry). So, many members of the Nation of Islam were Masons of the Prince Hall Rite."

To Err Is Human, to Forgive is Divine.

Great Naval Battle- Sinking of Kriegsmarine Battleship Bismarck, May 1941


Battleship Scharnhorst dan Gneisenau ditugas khusus untuk melumpuhkan perjalanan kapal-kapal dagang pihak Berikat di Atlantic . Penggunaan ‘capital ships’ untuk memintas dan memusnah kapal-kapal dagang pihak Berikat adalah idea dan strategi Grand Admiral Erich Raeder’s. Dalam bulan Januari-Mac 1941 strategi ini sangat berjaya tetapi terpaksa diberhentikan oleh kerana Scharnhorst terpaksa direhat untuk kerja pemulihan peralatan dan Gneisenau diperbaiki kerana kerosakan tembakan torpedo.Untuk mempastikan strategi itu berterusan Kriegsmarine ( Tentera Laut German) meggegaskan Bismarck, battleship(displacement 41,700 ton) yang terbaru, dan cruiser berat Prinz Eugen belayar untuk mengambil alih tugas. Mengikut rekod Bismarck belum lagi cukup sempurna dan bersedia untuk mission yang ditugaskan. Setelah beberapa kali ‘deployment’ ditunda, akhirnya kapal-kapal tersebut meninggalkan laut Baltic pada 19-20 May. Singgah sebentar di Bergan, Norway. Pada 21 May terus ke Utara, memasuki zon perkapalan melalui Selat Denmark antara Iceland dan Greenland
Pesawat British sempat mengambil photo kapal-kapal German disaat mereka berada di perairan Norway. Royal Navy telah menghantar kapal-kapalnya, heavy cruiser HMS Suffolk dan HMS Norfolk, untuk memintas dan melindungi kapal-kapal dagang dari diserang oleh Bismarck dan Prinz Eugen. Dalam usaha pengintipan ini Suffolk telah dibedil oleh Bismarck pada 23 May.
Awal pagi 24 May 1941, battleship Bismarck dan cruiser Prinz Eugen belayar ke Barat Daya melalui Selat Denmark, diekori oleh heavy cruisers British HMS Suffolk and HMS Norfolk. Saat sebelum 6 pagi, Prinz Eugen yang berlayar di hadapan Bismarck, terlihat kapal-kapal musuh dari arah Tenggara. Kapal-kapal tersebut ialah Royal Navy battlecruiser HMS Hood, kapal yang terkuat di waktu itu, dan battleship Prince of Wales, sebuah kapal baru yang belum di ‘shaken down’ lagi.
Kapal-kapal British mula menyerang dengan bedilan meriam ‘turret’ hadapan sambil maju kehadapan mendekati jarak. Hood mula membedil Prinz Eugen dengan meriam 15”nya. Temannya, HMS Prince of Wales, dengan meriam 14”nya membedil kearah Bismarck. Tembakan-tembakan ini tidak berhasil. Dalam usaha untuk mengacu jarak untuk tembakan kedua, Bismarck dan Prinz Eugen melepaskan tembakan kapada HMS Hood. Meriam 15” Bismarck dan meriam 8” Prinz Eugen menjumpai sasaranya. HMS Hood terus terbakar di bahagian tengah. Beberapa minit kemudian, tiba salvo keempat dan sarang peluru HMS Hood meletup. Hood terus sujud kelaut dan tengelam bersama 1400 pegawai dan anak-anak kapalnya. Cuma 3 anak kapalnya yang selamat.
Pihak Germans mengalih pandangan kepada HMS Prince of Wales, tiga bedilan dari meriam 15” dan empat bedilan dari merian 8” kena sasarannya. Prince of Wales, sungguh pun berhadapan dengan masaalah dengan sistem meriamnya, masih dapat membuat tiga bedilan (meriam 14”)yang tepat kapada Bismarck sebelum berundur. Satu dibahagian hull hadapan dan satu dibahagian tengah. Kesannya ialah bajir dibow kompartmen dan tidak dapat menggunakan bekalan minyak dengan sepenuhnya. Bismarck terus sendeng kebahagian port dan kelajuan terbatas. Kebucuran minyak meninggalkan kesan dipermukaan laut. Bedilan ketiga kena pada bahagian belakang dan Bismarck tidak dapat menggunakan pesawat ‘floatplane’nya.
Pertempuran singkat di Selat Denmark berakhir selama tujuh-belas minit sahaja. Admiralty British berazam untuk menghapus Bismarck dan membela kehilangan HMS Hood dan anak-anak kapalnya.
Bismarck dalam keadaan rosak membatalkan missinya. Pesawat terbang dan kapal British terus mengekori kedua-dua kapal German tersebut. Dalam pertempuran pada 24 Mei Bismarck dan Prinz Eugen berpechah.. Prinz Eugen terus mara ke Atlantic dan Bismarck ke Brest, Pranchis untuk diperbaiki. Diwaktu malam, British terus mengasak Bismarck dengan torpedo dari pesawat terbang tetapi Bismarck dapat melepaskan diri dan tidak dapat dikesan. Bersandarkan kesan tumpahan minyak Royal Navy dapat mengesan Bismarck pada 26 haribulan dan berazam untuk memusnahkannya sebelum ia mendapat perlimdungan udara pesawat-pesawat Luftwaffe dari Pranchis. Pada lewat petang, pesawat dari carrier HMS Ark Royal berhasil dengan tembakan dua torpedo dan mematah kemudinya.
Bismarck dalam keadaan tempang tidak dapat mengawal hala maka nasibnya terletak dalam tangan Royal Navy. Serangan torpedo dari kapal-kapal destroyer pada 26-27 tidak memberi sebarang kesan.
Pada jam 8.47 pagi 27 Mei Flagship dari Home Fleet, battleship HMS King George V dan HMS Rodney melepaskan bedilan kapada Bismarck dari jarak 4,800 kaki. Bedilan balas Bismarck tidak lagi berkesan dan pada jam 10.15 pagi Bismarck “stood silence” dengan meriam-meriam utama, superstructure, hull dan armor musnah. Home Fleet dibawah perintah Admiral Tovey mula berundur kerana kekurangan minyak. Admiral Tovey mengarahkan cruiser HMS Dorsetshire ‘to finish off’ Bismarck, jam 10.36 pagi 27 Mie tahun 1941 Bismarck yang agong tewas dan terkubur dengan bendera yang masih berkibar.

Wednesday, August 10, 2005

::Roslan SMS Corner::

::Roslan SMS Corner::

This page is powered by Blogger. Isn't yours?